Thursday, February 21, 2013

Mengenal Madu Hutan Liar

 Mengenal Madu Hutan Liar

Dilihat dari asal-usulnya, terdapat dua kategorikan madu, yakni madu hutan liar dan madu ternak.
Madu hutan liar, katanya, adalah cairan madu yang di peroleh pemburu madu di hutan belantara secara langsung pada gerombolan lebah liar.
Madu hutan liar, terbebas dari pengaruh pupuk, pestisida dan polusi sehingga sangat aman untuk dikonsumsi baik untuk tujuan kesehatan maupun sebagai suplemen. Sebab madu mengandung multimineral dan multivitamin yang berfaedah untuk menjaga kesehatan maupun terapi paling mendasar untuk berbagai jenis penyakit.
Sementara madu ternakan, merupakan cairan madu yang dihasilkan atau diperoleh melalui lebah yang dibudidayakan atau diternakkan oleh manusia. Pembudidayaan bisa berlangsung di areal pertanian maupun taman yang sedang berbunga dengan metoda angon.
“Walapun sama-sama berasal dari lebah, seorang pecinta madu akan segera mengenali jenis madu dari segi rasa, aroma, bentuk, dan warnanya.


Madu hutan
Mempunyai beberapa ciri yang berbeda dengan madu ternak.
Madu hutan  liar memliki bentuk, warna, aroma dan rasa khas. “Sebagai contoh jenis Madu Pahit Pelawan memiliki rasa pahit dan aroma kuat bunga pohon Pelawan. Juga Madu Rempodong yang berasal dari bunga Rempodong,”
Selanjutnya dipaparkan, secara umum dari segi rasa, madu hutan mempunyai beragam rasa seperti manis, asam, dan pahit. Dari segi bentuk dan warna, madu mempunyai warna beragam seperti coklat, kuning, dan hitam.
“Salah satu karakteristik madu hutan
Terletak pada  kandungan gas. Kalau Anda datang ke tampat kami atau pameran yang kami ikuti, harap maklum kalau terdengar suara letupan kecil dari botol madu produk kami,” katanya.
Dari segi aroma, madu hutan mempunyai aroma yang sangat menyengat atau lebih kuat daripada madu ternak. Aroma yang menyengat ini menandakan asal bunga yang dihisap oleh lebah.

Sumber: http://rumahmaduhutanjambi.com/mengenal-madu-hutan-liar-dan-madu-asli/