Friday, February 22, 2013

PANEN MADU LEBAH HUTAN LIAR (APIS DORSATA)


PANEN MADU LEBAH HUTAN LIAR (APIS DORSATA)


Lebah hutan Apis dorsata merupakan lebah madu Asia yang paling produktif menghasilkan madu, membuat sarang dengan hanya satu sisiran yang menggantung di dahan dan ranting pohon, langit-langit terbuka dan tebing jurang bebatuan, karena itu sampai sekarang para ilmuwan belum berhasil membudidayakan Apis dorsata dalam bentuk tertutup.

Sarang Lebah Hutan

Sisiran sarang dapat mencapai 2 x 1 meter dengan hasil bisa mencapai 20 kg/sarang. Apis dorsata inilah yang mempunyai tubuh paling besar dari spesies lebah madu lainnya. Spesies ini berkembang hanya di kawasan sub-tropis dan tropis Asia, seperti Indonesia, Phillipina, India, Nepal, dan tidak terdapat di luar Asia.

Di Indonesia masih dapat ditemukan di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Irian dan di NTB maupun NTT. Di pulau Jawa lebah ini sudah jarang ditemukan. Ada beberapa sebutan bagi lebah ini di Indonesia, yaitu manye/muanyi (KalBar – danau Sentarum), tawon gong (Jawa), tawon odeng (Sunda), labah gadang, labah gantuang, labah kabau, labah jawi (Sumatera Barat) harinuan (Tapanuli), sedang dalam bahasa Inggris disebut giant hone bee.

PERBEDAAN MADU HUTAN DAN MADU TERNAK
* Jenis Lebah : lebah hutan bernama Apis dorsata, sedangkan lebah ternak : Apis cerana atau Apis melifera
* sarang lebah hutan berupa sisiran yang menggantung di pohon,batu, gua dll sedang lebah ternak berada dalam kotak (stup)
* Lebah madu hutan hanya mengambil makanan langsung dari alam sedangkan lebah madu ternak mempunyai periode dimana harus diberi gula sbg sumber pakannya.
* kadar air madu hutan tinggi (22 – 26%) karena sarang berada di luar dan terkena langsung pengaruh iklim, sedang madu ternak sedang (17 – 22 %) karena sarang berada dalam kotak tertutup.



PROSES PANEN MADU HUTAN