Wednesday, March 6, 2013

Hutan Taman Nasional Meru Betiri

 Hutan Taman Nasional Meru Betiri memiliki potensi keanekaragaman flora yang sangat tinggi dan merupakan perwakilan dari tipe ekosistem hutan hujan tropika dataran rendah. Berdasarkan laporan sampai saat ini sudah teridentifikasi 469 jenis flora, dan diantaranya 239 jenis berkhasiat obat dan 15 jenis termasuk dilindungi. Salah satu jenis tumbuhan tersebut adalah Rafflesia zollingeriana.

Rafflesia zollingeriana merupakan satu dari tujuh jenis Rafflesia yang ada di Indonesia dan dapat dijumpai di hutan Taman Nasional Meru Betiri. Saat ini Rafflesia termasuk ke dalam jenis tumbuhan yang dilindungi berdasarkan PP No. 7 tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. International Union Conservation Nature (IUCN) tahun 1997 memasukkan Rafflesia zollingeriana ke dalam  tumbuhan yang berstatus genting (endangered).
Rafflessia atau biasa disebut Padmosari merupakan tumbuhan yang tidak memiliki akar, batang dan daun. Satu-satunya bagian tumbuhan yang dimiliki adalah bunga yang menempel pada akar atau batang inangnya. Berdasarkan hasil inventarisasi menyebutkan bahwa tumbuhan inang Rafflesia zollingeriana adalah Tetrastigma lanceolarium dan Tetrastigma papillosum. Tumbuhan ini termasuk holoparasit karena semua nutrisinya tergantung pada inang yang ditempelinya (Zuhud,dkk., 1998 dan Nurchayati, 2003).
Rafflesia zollingeriana menjadi salah satu perhatian pemerintah karena sifatnya yang langka dan endemik. Program Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Kementerian Kehutanan terhadap jenis flora dan fauna yang termasuk langka adalah menaikkan jumlah populasi sebesar 3 % dari jumlah populasi tahun 2008. Untuk mendukung program tersebut perlu dilakukan upaya-upaya pelestarian melalui kegiatan pembinaan habitat, eksplorasi, monitoring maupun perbanyakan populasi.
Keberadaan Rafflesia zollingeriana, khususnya di wilayah SPTN II Ambulu sampai saat ini yang sudah teridentifikasi dan dilakukan upaya pembinaan habitat dengan metode plot permanen hanya terdapat di blok Krecek, Resort Bandealit. Sementara itu di lokasi-lokasi lain di dalam hutan rimba TN Meru Betiri, diyakini masih banyak terdapat tumbuhan yang tergolong langka ini, akan tetapi masih belum teridentifikasi dan termonitor keberadaannya. Salah satu upaya untuk mendukung program Kementerian Kehutanan tersebut adalah dengan melakukan identifikasi lokasi/ keberadaan Rafflesia zollingeriana diluar blok Krecek. Diharapkan dengan kegiatan ini dapat lebih meningkatkan jumlah populasi dan habitat Rafflesia zollingeriana di TN Meru Betiri.
Tujuan identifikasi ini adalah untuk mendapatkan data-data lokasi Rafflesia zollingeriana yang berada diluar plot permanen (blok Krecek) sehingga dapat dilakukan upaya-upaya pelestarian melalui kegiatan pembinaan habitat, eksplorasi dan monitoring. Metode yang digunakan adalah dengan wawancara dan jelajah/ eksplorasi. Wawancara dilakukan kepada penduduk lokal setempat yang seringkali keluar masuk hutan TN Meru Betiri untuk mencari madu ataupun biji-bijian di dalam hutan atau kepada para mantan pencari Rafflesia/ Padmosari dimasa lalu. Adapun jelajah/ eksplorasi juga dilakukan dengan jasa pemandu yang sudah pernah melihat/ menemukan Rafflesia secara langsung di dalam hutan atau setidaknya sangat mengenal kondisi kawasan hutan TN Meru Betiri. Adapun data-data yang dicatat adalah titik koordinat lokasi,  jumlah knop dan kondisi Rafflesia.
            Hasil eksplorasi populasi dan habitat Rafflesia zollingeriana di Resort Wonoasri sebagaimana disajikan  sebagai berikut :
  1. Rafflesia jenis Rafflesia zollingeriana ditemukan di beberapa titik di wilayah resort Wonoasri, yaitu : 2 (dua) titik di blok Donglo Atas (Watu Parang dan Grautan); dan 3 (tiga) titik di blok Pletes Atas.
  2. Jumlah dan kondisi Rafflesia zollingeriana yang ditemukan di blok Donglo Atas (Watu Parang dan Grautan); dan di blok Pletes Atas berkisar antara 11-20 an serta sebagian besar dalam kondisi sudah membusuk sebelum mekar.
  3. Untuk di blok Pletes Atas, ditemukan juga 2 (dua) knop masih segar dan 1(satu) knop sudah pernah mekar (sekarang membusuk).
  4. Perlu adanya kegiatan monitoring habitat dan populasi secara rutin Rafflesia zollingeriana yang berada di Watu Parang dan Grautan serta Pletes Atas.
DAFTAR PUSTAKA
Nurchayati.2003.Kajian Kondisi Populasi Rafflesia zollingeriana Kds.di Taman Nasional Meru Betiri Jawa Timur.Skripsi.Jakarta: Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.
Zuhud EAM, Hikmat A, Jamil N.1998.Rafflesia Indonesia : Keanekaragaman, Ekologi dan Pelestariannya .Bogor: Yayasan Bina Suaka Alam dan Suaka Margasatwa Indonesia, Departemen Konservasi Sumber daya Hutan dan Ekowisata, Fakultas Kehutanan IPB.

http://merubetiri.com/detail_dinamis/id/58/identifikasi_habitat_rafflesia_zollingeriana_di_blok_watu_parang_grautan_dan_pletes_atas_resort_wonoasri_sptn_ii_ambulu_tn_meru_betiri.html