Thursday, January 31, 2013

Cara Jitu Menghindari Madu Palsu

Sumber: http://www.ylki.or.id/cara-jitu-menghindari-madu-palsu.html#


Madu adalah hasil produksi lebah yang penuh dengan tantangan bagi manusia untuk memahaminya. Sampai zaman modern ini, masih ada tidak kurang dari 75 jenis zat di dalam madu yang belum terdefinisikan oleh ilmu pengetahuan modern bahkan belum diberi nama. Madu banyak dikonsumsi orang karena khasiatnya. Salah satu khasiatnya adalah untuk kesehatan karena madu memiliki keunikan yaitu mengandung zat antibiotik.

Hal tersebut berdasarkan penelitian Peter C Molan (1992), peneliti dari Departement of Biological Sciences, University of Waikoto , Selandia Baru. Menurutnya Madu terbukti mengandung zat antibiotik yang aktif melawan serangan berbagai kuman patogen penyebab penyakit. Sehingga penyakit infeksi oleh berbagai patogen yang dapat dicegah dan disembuhkan dengan minum madu secara teratur. Diantaranya; infeksi saluran pernafasan atas (ISPA), batuk, demam, penyakit luka tukak lambung, infeksi saluran pencernaan, penyakit kulit.
Kandungan Madu
Madu memiliki komponen kimia yang memiliki efek koligemik yakni asetilkolin. Asetilkolin berfungsi untuk melancarkan peredaran darah dan mengurangi tekanan darah. Gula yang terdapat dalam madu akan terserap langsung oleh darah sehingga menghasilkan energi secara cepat bila dibandingkan dengan gula biasa.
Disamping kandungan gulanya yang tinggi (fruktosa 41,0 %; glukosa 35 %; sukrosa 1,9 %) madu juga mengandung komponen lain seperti tepung sari dan berbagai enzim pencernaan. Madu juga mengandung berbagai vitamin seperti vitamin A, B1, B2, mineral seperti kalsium, natrium, kalium, magnesium, besi, juga garam iodine bahkan radium. Selain itu madu juga mengandung antibiotik dan berbagai asam organik seperti asam malat, tartarat, sitrat, laklat, dan oksalat. Karena itu madu sangat tinggi sekali khasiatnya.
Khasiat dan Manfaat Madu
Madu dapat dikonsumsi oleh segala tingkatan,dari Janin hingga Orang tua.
1)      Janin: Madu dapat memperkuat janin yang lemah dalam kandungan (rahim).
2)      Ibu Hamil: Madu membantu menjaga stamina dan kesehatan selama mengandung bayi, dan membantu asupan gizi yang tinggi bagi pertumbuhan janin yang sehat selama dalam kandungan.
3)      Bayi: Membantu perkembangan otak bayi, karena setiap harinya otak terus berkembang sampai dengan usia 5 tahun. Untuk itu ia membutuhkan gizi yang tinggi. Pertumbuhan dan perkembangan otak sangat terkait dengan kecerdasan pikiran (IQ) dan kecerdasan mental (EQ).
4)      Anak-anak: membantu agar nafsu makan meningkat (adanya unsur vitamin B yang lengkap dalam madu), sehingga anak tumbuh sehat, lincah dan riang serta tahan penyakit. (H. Mohamad , 2002)
5)      Remaja: Khasiat madu pada akil baligh remaja membuat tumbuh sangat cepat, gizi yang baik dan teratur akan membuat pertumbuhan tubuh menjadi sempurna.
6)      Dewasa: Tingkat kelelahan dan pekerjaan yang menumpuk mengakibatkan stress sehingga tubuh menjadi lemah dan mudah terserang penyakit. Dalam hal ini para pekerja pabrik yang bekerja keras seharian penuh (long shift) tanpa zat gizi yang memadai rawan terjangkiti penyakit seperti thypus, radang, serta infeksi bakteri lainnya maka dalam hal ini madu adalah makanan tambahan terbaik.
7)      Lanjut Usia: Madu adalah makanan terbaik yang sangat diperlukan bagi manula, karena madu adalah sumber energi dan gizi yang dapat diserap langsung oleh tubuh, dimana pada usia tersebut organ pencernaan kita sudah mulai berkurang fungsinya (Kesehatan 2001).
Madu ’Dimadu’.
Karena nilai ekonomisnya yang cukup tinggi serta jumlah produksinya yang terbatas, acapkali madu ’dimadukan’ (dipalsukan) demi mengejar keuntungan pribadi semata. Seperti misalnya mencampur sedikit madu asli dengan gula tebu atau gula merah dan ditambahkan asam sitrat untuk rasa asamnya serta enzim untuk menimbulkan kesan.
Madu dipalsukan dalam beberapa kategori, antara lain:
  1. Pemalsuan jumlah, dilakukan dengan menambah volume madu asli dengan madu palsu, misalkan mencampurkan gula/madu buatan yang relatif lebih murah untuk kemudian diaduk.
  2. Pemalsuan mutu, biasanya dilakukan dengan mengubah kadar air madu yang tadinya tinggi, lalu diturunkan dengan pemanasan.
  3. Pemalsuan menyeluruh, yakni madu yang diklaim “asli” padahal sebenarnya 100 persen buatan, jadi bukan madu yang berasal dari lebah dengan komposisi aslinya.
Madu yang baik adalah madu yang memenuhi standar dari yang berwenang di suatu negara. Di Indonesia tentu Standar ini adalah SNI. Di Indonesia kualitas madu diatur melalui Standar Nasional Indonesia (SNI) no 01-3545-2004. Madu yang memiliki kualitas SNI inilah yang paling aman menjadi rujukan kualitas madu asli diIndonesiasaat ini. Kemudian madu yang telah memenuhi standar tersebut, juga bisa berbeda dalam beberapa hal, misalnya, kadar airnya. SNI hanya mensyaratkan kadar air maksimum 22 persen, namun madu yang paling baik kadar airnya di bawah 17.1 persen atau bahkan ada yang lebih rendah dari 15 persen. Madu yang kadar airnya rendah, selain akan tahan sangat lama disimpan (temuan dari piramid Mesir bisa ribuan tahun) juga akan lebih efektif khasiatnya untuk pengobatan.
Namun, masih ada pandangan yang salah atau keliru tentang kualitas madu. Ada yang menganggap bahwa madu yang baik adalah yang menimbulkan letusan ketika tutupnya dibuka atau yang tidak di kerumuni semut. Justru madu tersebut telah rusak terfermentasi oleh enzim dan mengarah kepada terjadinya gas dan alkohol itulah sebabnya semut tidak mau mendekatinya.
Menghindari Madu Palsu
Untuk mencegah konsumen keliru dalam memilih madu, maka ada beberapa tips untuk membedakan madu asli dengan madu palsu, antara lain:
  1. Mencampurnya dengan kuning telur. Campurkan dua sendok makan madu dengan kuning telur, lalu kocok. Jika kuning telur tampak mengkristal seperti matang, maka madu Anda asli.
  2. Kocok madu dalam botol. Madu yang asli jika dikocok akan berbusa. Busa dan udara yang terbentuk akan naik dan menekan tutup botol sehingga ketika tutup botol dibuka akan terdengar suara letupan kecil.
  3. Teteskan madu pada kertas koran. Jika madu yang Anda miliki asli, tidak mudah diserap kertas, karena kadar air yang terkandung di dalam madu asli lebih rendah dibandingkan madu palsu.
  4. Madu asli memiliki rasa lebih asam. Madu yang palsu memiliki rasa lebih manis karena ditambahkan gula, sehingga akan dikerubungi oleh semut jika dibiarkan dalam keadaan terbuka.
  5. Tuang ke wadah berisi air. Madu asli akan langsung jatuh ke dasar wadah, sedangkan madu palsu cenderung akan menyebar dan menyatu dengan air.
  6. Cara paling mudah adalah, membeli madu di tempat yang sudah terpercaya. Bila terpaksa membeli di tempat lain, bandingkan apakah harganya tidak terlalu beda jauh dengan madu sejenis dari merk lain. Jika harganya jauh lebih murah, bisa jadi madu tersebut adalah madu buatan.
Yani Aryanti Putri, Staff YLKI

Sumber:
1)      lenterahati.web.id
2)      http://artikel-kesehatan-online.blogspot.com/2009/03/cara-membedakan-madu-asli-dan-palsu.html
3)      www.enformasi.com/2008/10/cara-memilih-madu.html
4)      infosehat.com
5)      carakusehat.blogspot.com