Karakteristik Madu
a. Sifat Higroskopis
Madu bersifat higroskopis, yakni kemampuan suatu bahan untuk menarik air dari udara sekitarnya hingga mencapai kesetimbangan. Sifat higroskopis ini dikarenakan madu merupakan larutan gula yang lewat jenuh (supersaturated solution) dan tidak stabil.
Salah satu kendfala yang dihadapi oleh negara seperti Indonesia adalah kelembaban relative udara (RH) yang cukup tinggi (sekitar 60-90%), sehingga pada umumnya madu di Indonesia berkadar air tinggi dan pada temperature yang relative tinggi, madu akan menyerap air sehingga makin encer dan mudah terfermentasi. Madu yang berada dalam keadaan seperti ini kualitasnya rendah.
a. Sifat Higroskopis
Madu bersifat higroskopis, yakni kemampuan suatu bahan untuk menarik air dari udara sekitarnya hingga mencapai kesetimbangan. Sifat higroskopis ini dikarenakan madu merupakan larutan gula yang lewat jenuh (supersaturated solution) dan tidak stabil.
Salah satu kendfala yang dihadapi oleh negara seperti Indonesia adalah kelembaban relative udara (RH) yang cukup tinggi (sekitar 60-90%), sehingga pada umumnya madu di Indonesia berkadar air tinggi dan pada temperature yang relative tinggi, madu akan menyerap air sehingga makin encer dan mudah terfermentasi. Madu yang berada dalam keadaan seperti ini kualitasnya rendah.

